SUARA INDONESIA
Banner

Israel Bombardir Palestina, Korban Tewas 191 Orang

SUARA INDONESIA - Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, korban tewas akibat serangan Israel ke Palestina sudah mencapai 191 orang.

Adapun rincian korbannya, 53 adalah anak-anak, 33 wanita dan selebihnya adalah kaum laki-laki.

Selain itu, 1225 orang menderita luka parah dan butuh perawatan intensif perawatan medis.

Informasi itu, disampaikan oleh relawan dari Indonesia di Jalur Gaza, Husein Abu Muslim saat memberikan keterangan di salah satu televisi swasta, Minggu (16/05/2021).

"Ini sejarah terburuk dalam satu minggu ini. pasukan Tank Baja Zionis Israel menyasar gedung-gedung penting di Gaza," ungkap Husein.

Selain itu, sambung Husein, saat ini banyak bangunan penting juga dirontokkan oleh serdadu Israel.

"Mereka menyerang lewat udara dan darat dengan roketnya. Mereka menghancurkan listrik, internet dan akses jalan. Sehingga ambulan sulit lewat," sebut Husein.

Hingga saat ini, menurut Husein, masih belum ada tanda-tanda dari Israel untuk menghentikan serangannya.

"Sementara dari Hamas sendiri, juga membalas melancarkan serangan dengan menghujani wilayah Israel dengan roket," sambungnya.

Sementara Guru Besar UNHAN, Prof.Salim Said menilai, keberanian Israel membombardir Palestina tidak lepas dari pihak ketiga.

"Mereka (Israel) berani karena didukung penuh oleh pihak ketiga. Harusnya Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) bisa menjadi organ penting terciptanya kedamaian ini," paparnya.

"Tragedi Israel dan Palestina ini menjadi pusat perhatian dan keperihatinan dunia. Ini bukan lagi berbicara tentang kekuasaan atau agama. Tetapi, tentang kemanusiaan," sebut Prof.Salim.

Diberitakan sebelumnya, Tank Baja Israel juga telah meratakan 4 Bank dan gedung Media Internasional Al Jazeera TV di Jalur Gaza.

Apa Reaksi Anda?