default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Rekanan Akui Belum Terima Surat Pemutusan Kontrak dan Sulit Koordinasi

Rekanan Akui Belum Terima Surat Pemutusan Kontrak dan Sulit Koordinasi
Peristiwa Daerah
Pemilik PT. Andaya Breka Konstruksi Andun Sulistiyo Darmawan saat dikonfirmasi suaraindonesia.co.id
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

 

JEMBER - PT. Andaya Breka Konstruksi dalam proses pengerjaan rehabilitasi bangunan dan interior kantor Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengalami beberapa kendala teknis salah satunya berkoordinasi dengan konsultan perencana proyek.

Pemilik PT. Andaya Breka Konstruksi Andun Sulistiyo Darmawan mengatakan, seharusnya proses pengerjaan pembangunan fisik dimanapun harus bersinergi dengan konsultan perencana, Dinas terkait dan TP4D dari Kejaksaan Negeri Jember.

"Dari awal pengerjaan ini memang sudah bersinergi, tatapi ada beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pengerjaan," ujarnya , Kamis (4/12/2019).

Ia menjelaskan, selama proses pengerjaan ini pihaknya susah untuk berkomunikasi dengan konsultan perencana. Artinya koordinasi yang dilakukan selama proses pembangunan tidak berjalan dengan lancar pada umumnya, hal ini menjadi kendala tersendiri dari pihak rekanan.

"Beberapa kali konsultan datang beberapa kali saja, tetapi koordinasj kita dengan konsultan perencanaan tidk berjalan dengan baik," imbuhnya.

Untuk pengerjaan yang telah dilakukan semua sudah sesuai dengan RAB dan gambar rencana yang diberikan. Terlebih lagi, aplikator baja dari pihak rekanan juga sudah memberikan sesuai dengan spesifikasi yang diminta.

"Aplikatir kami semua berkerja sesuai dengan RAB dan gambar rencana yang telah diberikan," tuturnya.

Andun menyampaikan, pernah meminta perpanjangan waktu, namun secara lisan oleh PPK tidak diberikan. Hanya saja karena surat pemutusan kontrak Sampai hari ini belum pernah ada, maka dirinya melanjutkan pekerjaannya sebagai bentuk tanggung jawab pemenang lelang. Pengerjaan sudah dilakukan hingga 70 persen dan anggaran yang diterima 55 persen.

"Kita sudah ajukan perpanjangan tetapi tidak diperbolehkan, sampai saat ini kita belum terima surat pemutusan kontrak," kata Andun.

Pihaknya menambahkan, sudah memberikan laporan setiap kali adanya progres pembangunan tetapi kembali memang tidak bisanya berkoordinasi dengan konsultan perencana yang disayangkan tidak berjalan dengan lancar.


Kontributor : Julianto Setiawan
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar